001 // Pertanyaan Pemantik

Apakah kemegahan arsitektur Neo-Renaissance ini benar-benar mencerminkan kemakmuran rakyat Indonesia pada masa itu, atau justru sebaliknya ?

Dapatkah Anda membayangkan kekuatan yang dibutuhkan untuk menggerakkan pintu baja seberat 13 ton tanpa bantuan mesin modern?

Bagaimana sebuah bangunan bisa mendinginkan dirinya sendiri tanpa bantuan listrik di tengah cuaca panas Surabaya ?

002 // 3D MODEL
003 // Navigasi Sejarah

DE JAVASCHE BANK

DEJAVASCHE BANK  1900 After image alt
003 // Dampak Kolonial
>Instrumen Eksploitasi: Bank ini berfungsi sebagai pengelola dana yang berasal dari sistem Cultuurstelsel (Tanam Paksa). Melalui sirkulasi kredit dan mata uang yang diatur di sini, pemerintah Belanda mampu memobilisasi sumber daya alam Indonesia untuk memulihkan ekonomi Belanda di Eropa.

Simbol Modernitas Barat: Pembangunan kembali gedung pada tahun 1910 dengan gaya Neo-Renaissance adalah upaya Belanda untuk menunjukkan “wajah modern” imperialismenya di Surabaya, yang saat itu merupakan pusat perdagangan internasional yang sibuk.

Nasionalisasi: Pasca-kemerdekaan, gedung ini menjadi saksi bisu peralihan kekuasaan ekonomi dari tangan penjajah ke tangan bangsa Indonesia melalui proses nasionalisasi pada tahun 1951, yang mengubahnya menjadi kantor Bank Indonesia pertama di Surabaya.