Menurut Anda, apakah pembangunan Stasiun Gubeng lebih menguntungkan masyarakat lokal atau justru lebih menguntungkan pihak penjajah pada masa itu?
Bagaimana pengaruh gaya arsitektur kolonial yang tinggi dan kokoh pada Stasiun Gubeng mencerminkan “kekuatan” otoritas Belanda di mata penduduk lokal?
Jika jalur kereta api tidak dibangun untuk kepentingan perkebunan, apakah menurut Anda modernisasi transportasi di Surabaya akan tetap terjadi secepat itu?