RUMAH SAKIT DARMO

Nama Resmi

Rumah Sakit Darmo (Awalnya dikelola oleh perkumpulan Surabayasche Zieken Verpleging atau SZV).

Arsitek

Cornelis Citroen (seorang arsitek terkenal pada masanya).

Tahun

Peletakan batu pertama dilakukan pada 15 Januari 1921. Gedung tuanya sendiri tercatat sudah mulai dibangun sejak 1913.

Fungsi Awal

Tempat pelayanan kesehatan bagi penduduk Jawa Timur, khususnya Surabaya, tanpa membedakan tingkat sosial, agama, dan ras.

Gaya Arsitektur

Rasionalisme Belanda dengan ciri khas perisai, dormer (jendela pada atap) yang unik, serta atap genteng yang khas.

ARSITEK

Narasi Deskripsi Sejarah

Rumah Sakit Darmo berdiri sebagai manifestasi dari perkembangan tata kota Surabaya yang mulai bergeser ke arah selatan pada awal abad ke-20. Dalam konteks kolonialisme, pembangunan RS Darmo oleh perkumpulan Surabayasche Zieken Verpleging (SZV) menunjukkan adanya upaya kelompok sosial Belanda untuk meningkatkan standar kesehatan di Hindia Belanda.

Namun, signifikansi RS Darmo melampaui peran medisnya. Gedung ini merupakan “titik nol” dari berbagai peristiwa heroik. Lokasinya yang strategis di Jalan Raya Darmo menjadikannya objek vital yang diperebutkan selama Perang Pasifik hingga Revolusi Fisik Indonesia. Signifikansi sejarahnya mencapai puncaknya ketika area di depan gedung ini menjadi medan pertempuran sengit antara tentara Sekutu dan “Arek-arek Suroboyo” pada 27 Oktober 1945, yang menjadi pemantik rangkaian peristiwa menuju pertempuran besar 10 November 1945.

1897

Pendirian perkumpulan Surabayasche Zieken Verpleging (SZV) pada 9 Juni oleh HJ Offerhaus.

1899

SZV mendirikan klinik pertama di Ngemplak (sekarang menjadi area Plaza Surabaya).

1921

Pembelian lahan di kawasan Darmo dan peletakan batu pertama RS Darmo pada 15 Januari oleh Ny. Hempenius.

1942–1945

Gedung diambil alih Jepang, dialihfungsikan menjadi bengkel kendaraan perang (tank) serta kamp interniran bagi anak-anak dan wanita.

1945

Diambil alih oleh pasukan Sekutu (Letkol Rendall) dan dijadikan pusat pertahanan Brigade Jenderal AWS Mallaby.

1950

Setelah masa pendudukan, fungsi rumah sakit dikembalikan ke SZV dan mulai direhabilitasi secara bertahap.

1959

Akibat ketegangan diplomatik RI-Belanda terkait Irian Barat, personel Belanda dipulangkan dan manajemen mulai beralih ke tangan putra-putri Indonesia.

1994

Status organisasi berubah dari perkumpulan menjadi Yayasan RS Darmo hingga saat ini.