Hotel Oranje

Nama Resmi

Awalnya bernama Hotel Oranje (masa kolonial Belanda), berganti menjadi Hotel Yamato (masa pendudukan Jepang), dan kini dikenal sebagai Hotel Majapahit.

Arsitek

Regent Alfred John Bidwell
Architect
 

Tahun

Bangunan asli selesai dibangun dan mulai beroperasi pada awal abad ke-20 (sekitar tahun 1910-an), dengan renovasi signifikan untuk mengembalikan tampilan tahun 1907.

Fungsi Awal

Berfungsi sebagai hotel mewah bagi pejabat pemerintah kolonial dan pengusaha kelas atas yang berkunjung ke Surabaya.

Gaya Arsitektur

Memadukan gaya Indische dengan ciri khas atap tinggi, simetris, dan pola sirkulasi udara yang baik, mencerminkan estetika kolonial yang megah.

ARSITEK

Narasi Deskripsi Sejarah

Hotel ini memiliki signifikansi luar biasa karena menjadi titik pecahnya Insiden Bendera pada 19 September 1945. Peristiwa ini dipicu oleh tindakan provokatif Mr. Ploegman dan rekan-rekannya yang mengibarkan bendera Merah Putih Biru Belanda di atas gedung tanpa izin pemerintah Republik Indonesia yang baru saja merdeka.

Dalam konteks kolonialisme, tindakan pengibaran bendera ini merupakan simbol upaya Belanda (melalui NICA yang membonceng pasukan Sekutu) untuk menegakkan kembali kekuasaan mereka di tanah Jawa. Bagi masyarakat Surabaya atau “Arek-arek Suroboyo”, ini adalah penghinaan terhadap kedaulatan bangsa yang baru diproklamasikan. Kemarahan massa memuncak dalam serbuan ke hotel, di mana para pemuda berhasil memanjat atap dan merobek bagian biru bendera Belanda, kemudian mengibarkannya kembali sebagai Sang Saka Merah Putih. Peristiwa ini menjadi katalisator bagi pertempuran-pertempuran berikutnya yang berpuncak pada peristiwa 10 November 1945.

n.

Era Kolonial (Hindia Belanda)

Beroperasi sebagai Hotel Oranje, pusat kegiatan sosial kalangan elit Eropa di Surabaya.

1942 - 1945 (Pendudukan Jepang)

Diambil alih oleh tentara Jepang dan berganti nama menjadi Hotel Yamato. Berfungsi sebagai markas atau tempat tinggal perwira tinggi Jepang.

1945

Terjadinya Insiden Bendera. Massa pemuda mengepung hotel menuntut penurunan bendera Belanda.

Pasca Proklamasi (Masa Revolusi)

Nama hotel dikembalikan menjadi Hotel Oranje sejenak sebelum akhirnya dikenal luas dalam sejarah nasional melalui peristiwa perobekan bendera.

Era Modern

Kini dikelola sebagai Hotel Majapahit, tetap mempertahankan struktur arsitektur aslinya sebagai Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi.