SMAK St. Louis 1 Surabaya

Nama Resmi

SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya (Sinlui 1).

Arsitek

Dirancang oleh biro arsitek ternama Hulswit, Fermont & Ed. Cuypers dari Weltevreden, Batavia.

Tahun

1923

Fungsi Awal

Dibangun sebagai gedung Lagere School (Sekolah Dasar) St. Louis untuk anak laki-laki.

Gaya Arsitektur

Memasuki era modern awal di Hindia Belanda dengan ciri khas bangunan kolonial yang fungsional dan megah.

ARSITEK

Narasi Deskripsi Sejarah

Dalam perspektif historis, keberadaan gedung ini adalah manifestasi dari Imperialisme Budaya dan Politik Segregasi. Pada masa penjajahan Belanda, sekolah ini dirancang mengikuti standar pendidikan Belanda untuk melayani populasi Eropa dan elit tertentu, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengaruh budaya Barat di Nusantara.

Namun, bangunan ini juga menunjukkan adanya “produk sampingan” dari kolonialisme yang tidak terduga: munculnya kaum terpelajar dan institusi yang kemudian justru menjadi senjata untuk melawan penjajah. Pengambilalihan gedung oleh Polisi Istimewa pada 1943 menunjukkan bagaimana infrastruktur kolonial akhirnya direklamasi oleh bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kedaulatan nasional.

1862

Pembukaan sekolah Katolik pertama di Krembangan (Jl. Kepanjen) dengan 20 murid laki-laki di bawah pimpinan Br. Engelbertus.

1923

Gedung di Coen Boulevard (sekarang Jl. Polisi Istimewa) selesai dibangun dan mulai digunakan sebagai sekolah dasar Belanda (Lagere School).

1942 – 1945

Diambil alih oleh otoritas Jepang. Berfungsi sebagai markas Polisi Istimewa di bawah pimpinan M. Jasin (1943) dan tempat pengibaran bendera pertama di Surabaya (1945).

1950

Gedung beralih fungsi menjadi Hogere Burger School (HBS) atau setingkat SMA.

1951

Peresmian SMA Katolik St. Louis berbahasa Indonesia. Tanggal 1 Agustus ditetapkan sebagai hari lahir SMAK St. Louis.

1975

Pengelolaan sekolah diserahkan secara hibah dari Bruder CSA kepada Romo-romo dari Kongregasi Misi (C.M.).

1976

Sekolah mulai menerima siswa perempuan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

2005

Seluruh aktivitas belajar mengajar sepenuhnya dilakukan di pagi hari setelah pembangunan gedung baru selesai.